Selasa, 16 Agustus 2016

sepertinya

seperti sekian lamanya kita tak bersua, namun kenyataannya semua ini hanya perasaan ku saja. kau tak membalas apa yang selama ini aku labuhkan padamu.
seperti kau benar-benar menunggu aku dalam tawamu, namun ternyata kau hanya diam membisu dan tak pernah kau utarakan bagaimana harusnya aku,kita dalam kuat kita bertahan.
karna sepertinya hanya aku yang terlalu gelisah menunggu waktu. menjawab segala pertanyaan yang belum sempat kau jawab kemarin. hingga pagi datang,pagi berikutnya,dan petang harinya lagi.

Minggu, 14 Agustus 2016

hampir satu setengah tahun yang lalu

hampir satu setengah tahun yang lalu ini terbuat, yang bisa dibilang ini karya terakhir . karna setelah itu si kamera terjual dan fisik nggak boleh capek lagi hehehe .
thanks geng ! udah jadi objek yang bikin aku senyum-senyum lihat ini. 
karya yang lain aku nggak berani posting. soalnya itu sedikit hehe 'berani' pada saat itu. biar itu hanya kita yang tau ^_^

big thanks to : Ririn Nuris,Krisna Hariati,Tri Wulandari,Mey Yulis Dwiana,Novia Indah






















REQUESTNYA BEBI MERCON :D (btw aku nggak punya fotomu wkwkwkwk)

hahahaha okey bebi mercon thanks udah simak postingan bloggerku yang nggak penting ini. dan maafin kalo aku masih belum bisa ngomong bahkan ngetik "elo-gue" kaya bahasa mu hehehe kaga kebiasa boo'.
dan kenapa kamu aneh-aneh minta aku bikin who am I? pasti gara-gara kamu liat drama korea "who are you" ya? hahaha padahal itu film lama.

makasih juga udah nyemangatin aku buat aktif nulis lagi. you know lah aku nggak aktif bukan karena nggak ada yang ingin aku tulis. karna nggak ada wifi hahaha.
dan kenapa aku mau nurutin kamu nulis ini, karna kamu adalah pembaca setiaku. aku nggak tau ya diluar sana ada yang coba iseng apa nggak visit ini blog, yang aku tau cuma kamu yang terus kirimin aku email. kayanya kita prlu ketemu lagi deh. nggak cukup kali kamu komen ini itu dari email hahahaha

oke,oke kita mulai sekarang ya Who am I nya. here we go !
nama aku singkat padat dan jelas. jarang banget kok salah tulis hehe "ANIS ROHMAH"
namaku telah mengalami revisi buanyaaak sekali, kata ibuku. dulunya panjang dan punya arti yang berat. kata orang jawa sih. makanya aku sering sakit-sakitan dan punya metabolisme tubuh yang lemah banget.
kelahiran 1998 di Blitar, 20 Januari. yang gara-gara guru TK ku sampe sekarang jadi dicatat 20 Januari 1997. kesalahan nulis di Ijazah emang fatal banget. kalo nama mah enak salah dikit gantinya nggak lama. ini salah tahun! bikin recok di kantor kependudukan, akhirnya diganti sekalian akta ku. karna kalo di Ijazah waktu itu lebih mahal biaya benerinnya akhirnya akta deh yang ngalah. hahaha ada-ada aja orang rumah.

then, alamat asli di Jalan Kartini RT.03 Rw.06 Dusun Domot Barat Desa Purwokerto Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Jawa Timur.
riwayat sekolah - TK ABA PURWOKERTO - MIRN M PURWOKERTO -SMPN 1 SRENGAT -SMAN 1 PONGGOK
sekarang udah masuk tahun kedua di LP3I BUSSINESS COLLEGE.
tahun pertamanya di LP3I kediri, tahun kedua ini bakalan di Surabaya. Kota yang... ah sudahlah hhehehehe
ambil Jrusan Office Management.
critanya bisa ambil College ini ?
panjaaaaaaaaaang banget.

singkatnya SNM & SBMPTN kaga ada yang masuk. ya belum ada faktor luck kali ya hahahaha aku nggak bodoh bodoh amat kok suwer deh !! setidaknya buat pilih jurusan hahaha
terus ikut jalur mandiri di Univ. Swasta yang terkenal banyak duitnya itu loh hahaha kebanyakan gaya nih ah !
masuk Alhamdulillah di Komunikasi berkat KKN sama relasinya ayah. cuman  ya gitu tiba-tiba penyakit akut yang bikin aku sampe ganti nama bolak balik berikut komplikasinya dateng. namanya komplikasi ya pasti barengan hahaha. sampe dua bulan penuh aku di rawat di RS besar di Blitar sama dirujuk di RS kebanggaan kota Malang. Akhirnya aku nggak boleh kuliah jauh-jauh kalo misalnya nggak mau istirahat satu tahun.
yang terdekat dan akreditasi bagus dan lumayan ada jaminan kerjanya ya di tempat aku nimba ilmu sekarang.
tapi ada banyak alasan yang bida aku critain kenapa pada akhirnya aku pindah ke Surabaya.
thats so private reasonable.
by the way jangan dikira aku anak berduit ya cuma gara-gara aku kuliah di BC ini , yang punya duit Ortuku haha.
ikutan doain ya readers, aku sehat terus di Kota Pahlawan ini.
 teruuus apalagi ya hmm suka korea sih,lolipop,segala sesuatu berbau strawberry, hmm ukuran sepatu 34 hehehe yang mau ngado sepatu recommended banget. aku pasti trima nggak bakalan aku tolak. soalnya aku sendiri kesulitan kalo mau beli sepatu wkwkwkwkwk

suka nulis, baca novel terjemahan apalagi yang settingannya Asia hehe , suka Harry Potter, Narnia, pokoknya yang Fantasi kaya gitu. kalo film yang lain sukanya Genre Mellow Drama sama Romance xixixi
banyak sosmed yang aktif,

fb : anissa rahma parvatty
twitt : @anissa_ra
line,WA : 01230859629
bbm : 57bb6879
IG : anissarahma98
Path : anissa imut
soundcloud : anissa imut

tinggal add sama message aja. sorry yang phone sama message line only nggak bisa aku kasih. cuma buat orang terdekat aja hehehe.

suka bergelut di bidang jurnalistik sama fotografi. udah dari SMP tapi selalu terhambat sama fisik.
but makasih bebi mercon yang terus nyemangatin kalo karya itu nggak akan ada batasan kalo mau terus kreativitas.

soal kenapa aku vaccum di broadcast karna aku masih nggak boleh kecapek an, maaf ya bebi kalo itu aku nggak bisa apa2 lagi. soal cerpen sama draft novel yang pernah aku kirim ke kamu aku nggak tau harus gimana. nanati lah aku pikirin lagi hehe.

pacar? ada. salalu nyemangatin aku, slalu support aku. beruntung ada dia :)

udah ya bebi. awas kalo kamu request macem-macem lagi hahaha
insyaallah aku bakalan lebih sering aktif lagi nulis.

see you readers ! ^_^

Senin, 11 April 2016

bagaimana rasanya menyakiti hati yang telah berjuang untukmu?
yang selalu rela menunggu dirimu..
bersama terik dan berbalur air mata hingga luka,saat kau mengabaikannya apakah sedikit saja kamu merasakan getaran sakit itu?

Rabu, 16 Maret 2016

untuk dia yang berjanji menjaga sebuah rahasia namun dengan mudah mengingkari hanya untuk mendapat sebuah kepercayaan saat ia berkhianat.
mengabaikan luka dan sebuah rasa bersalah ia terbang berbahagia bersama seorang yang begitu mempercayainya.
ia memulai lagi sebuah luka yang akan diberikan kepada orang lain,
sayangnya tak seorangpun mempercayaiku jika ia benar-benar akan menyakiti siapapun. termasuk kau.
 

Rabu, 09 Maret 2016

this is my little leo ..
he was said ROAR :D



kau mungkin tak mengerti bagaimana rasa percaya itu hadir begitu saja namun aku tau pasti kau sebenarnya ingin percaya :)
 
 
bila sebuah kata rindu dipersalahkan.. apa kata yang tepat untuk setiap sesak yang memenuhi dadaku saat kuingat namamu ??

Selasa, 19 Januari 2016

Setiap Kita Adalah Pemimpin

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالَعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Rosulullah SAW bersabda :
“Ketahuilah…Setiap dari kalian adalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawabannya, seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya,
seorang suami adalah pemimpin bagi keluarga dan ia bertanggung jawab terhadap keluarganya, seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya dan ia bertanggung jawab terhadap mereka,
seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia bertanggung jawab terhadapnya, setiap kalian adalah pemimpin dan tiap kalian mempunyai tanggung jawab terhadap yang di pimpinnya”. (HR. Abu Daud : 2930)

Hadits ini sangat populer dan boleh jadi sudah banyak dari kita yang menghafalnya, hadits diatas mengingatkan kepada kita semua — dengan apapun profesi kita saat ini– bahwa Allah akan memintakan pertanggungjawaban dari semua amanah yang telah Dia embankan kepada hambaNya. Tidak ada yang dibiarkan olehNya kecuali setiap kita  akan ‘diberondong’ dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan saat itu tak ada satu makhlukpun yang bisa untuk berdusta.
فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ  عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu”. ( QS. Al-Hijr : 92-93)
Pada ayat ini Allah bersumpah, dan dalam kaedah ilmu al-Quran dijelaskan, setiap  kali Dia mengawali ayat-ayat al-Quran dengan huruf qosam (huruf yang menunjukan sumpah) maka sesungguhnya Allah ingin memberikan ‘stressing’ lebih kepada makna yang terkandung pada ayat tersebut.
Lihat saja betapa mereka yang ‘tersandung’ sebuah kasus dan akan dimintai keterangan hanya sebagai SAKSI, maka sudah sangat ketakutan dan dibalut kekhawatiran yang begitu hebat, apalagi bila kemudian menjadi TERSANGKA, mereka menjadi tidak nafsu dalam segalanya, karena fikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan kesengsaraan dan tak sedikit mereka terserang depresi hingga jatuh sakit, padahal masih di dunia dan hanya ancaman kurungan penjara yang hanya beberapa tahun saja, dan itupun masih mendapatkan perlakuan baik dan diberi makan.
Ancaman Allah dalam al-Quran buat mereka yang ‘gagal’ dalam mengemban amanah dariNya, baik sebagai imam (pemimpin pemerintahan), suami, istri, majikan dan bahkan sebagai pembantu, melebihi sejuta kali ngerinya dan sengsaranya daripada ancaman hukuman yang berlaku di Indonesia. Mereka akan ‘dipenjara’ dalam kurungan api yang berkobar, mereka akan di siksa, mereka akan diberi makan dari batang pohon yang berduri, setiap kali memakannya maka duri-duri tersebut akan tertancap dimulut dan lidahnya, mereka akan diminumkan dari air campuran darah dan nanah yang panas dan akan membakar kerongkongan, dan yang paling mengerikan bahwa mereka akan selamanya dalam siksaan.
Ancaman ini adalah nyata dan benar2 akan terjadi pada waktunya nanti, bahkan berkali-kali Allah ingatkan ancaman tersebut didalam firman2Nya.
Maka mereka yang benar-benar sayang pada dirinya akan terus berusaha menunaikan amanah apapun yang didapatkannya dari Allah, inilah yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz ketika rela dalam gelap gulita karena tak ingin menyalakan pelita dengan minyak negara untuk urusan pribadi yang padahal kala itu beliau sebagai ‘presiden’nya. Beliau takut tak mampu mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah jalla jalaaluh.
Setiap kita pemimpin, maka waktunya akan tiba, suka atau tidak suka, kita akan duduk dibangku ‘pesakitan’ di hari akhirat dan semua yang pernah dilakukan di dunia ini akan ditanyakan secara detail, tak ada sedikitpun yang terlewat,  ada ancaman dan ada janji indah yang telah disiapkan, dan semua keputusan ada dalam ‘genggaman’Nya.

Jumat, 09 Oktober 2015

musim ini kembali datang,
musim yang selalu melunturkan banyak kesedihan ketika aku memaknainya sebagai kawan yang dirindukan.
ia selalu membawa pergi kenangan yang benar-benar ingin kulupakan.

Senin, 30 Maret 2015

sia-sia

tolong ajari aku mengendalikan rindu yang meliar bagai perdu dipadang hatiku
cinta lama yang bertahun-tahun kutebas,sepertinya selalu menolak meranggas..
akarnya yang keras menghujam bahkan terlalu dalam,menembus dunia kelam tempat hasratku bersemayam..
tolong ajari aku menerjemahkan pahit yang menggigit tiap mataki menatap langit..
kemana saja kupalingkan kepala,ia selalu ada,menyungkup semesta.
kucinta birunya dengan cinta paling purba..
kudamba jingga senjanya dengan rindu tanpa jeda..

sementara jarak tetap saja membentang panjang menggerus tahun-tahun lenggang..

tolong ajari aku berhenti bermimpi... :'(
kini,
sebab padang hatiku jadi terlalu sunyi untuk kutinggali sendiri.. :(
jemu menjamu sejoli pembunuh rindu..
-jarak dan waktu-
berharap mereka segera merekamku dan mengakhiri kesia-siaan ini


pict :)



Rabu, 05 November 2014

selfie tiada akhir (ngalay dimana-mana)





lirik if i were a boy



If I were a boy, even just for a day
Andai aku lelaki, meski hanya sehari
I'd roll out of bed in the morning and throw on what I wanted and go
Aku kan beranjak dari ranjang di pagi hari dan memakai pakaian semauku dan pergi
Drink beer with the guys, and chase after girls
Minum bir bersama teman-teman, dan berburu gadis
I'd kick it with who I wanted and I'd never get confronted for it
Aku kan bersenang-senang dengan siapa saja yang kuinginkan dan takkan ada yang menghalangiku
Cause they stick up for me
Karena mereka mendukungku

CHORUS
If I were a boy
Andai aku lelaki
I think I could understand
Kurasa aku bisa mengerti
How it feels to love a girl
Bagaimana rasanya mencintai seorang gadis
I swear I'd be a better man
Sumpah aku kan jadi lelaki yang lebih baik
I'd listen to her
Kan kudengarkan dia
Cause I know how it hurts
Karena kutahu betapa sakitnya
When you lose the one you wanted
Saat kau kehilangan orang yang kau inginkan
Cause he's taken you for granted
Karena dia memandangmu sebelah mata
And everything you had got destroyed
Dan segala yang kau miliki pun hancur

If I were a boy, I would turn off my phone
Andai aku lelaki, kan kumatikan telponku
Tell everyone it's broken so they think that I was sleeping alone
Kukatakan pada semua orang telponku rusak sehingga mereka pikir aku tidur sendirian
I'd put myself first and make the rules as I go
Aku kan mementingkan diri sendiri dan membuat aturan saat aku pergi
Cause I know that she'd be faithful, waiting for me to come home
Karena kutahu dia akan setia, menungguku pulang
To come home
Pulang

CHORUS

It's a little too late for you to come back
Agak terlambat kau kembali
Say it's just a mistake, think I'd forgive you like that
Terlambat kau bilang itu sebuah kesalahan, kau kira aku kan memaafkanmu seperti itu
If you thought I would wait for you
Jika kau pikir aku kan menunggumu
You got it wrong
Kau salah paham

But you're just a boy
Namun kau hanya seorang lelaki
And you don't understand
Dan kau tak mengerti
(yea, you don't understand, oh!)
(yea, kau tak mengerti, oh!)
How it feels to love a girl someday
Bagaimana rasanya mencintai seorang gadis suatu saat
You wish you were a better man
Kau berandai menjadi lelaki yang lebih baik
You don't listen to her
Kau tak mendengarkannya
You don't care how it hurts
Kau tak peduli betapa sakitnya
Until you lose the one you wanted
Hingga kau kehilangan orang yang kau cinta
Because you've taken her for granted
Karena kau memandangnya sebelah mata
And everything you had got destroyed
Dan segala yang kau miliki pun hancur

But
you're just a boy
Namun kau hanya seorang lelaki

i do not love you as if you were salt-sore,or topaz,or the arrow of carnations the fire shoots off.
i love you as certain dark things are to be loved,
in secret,be beetwen the shadow and the soul.

wednight in T.A










Minggu, 05 Oktober 2014

TAFSIR AL-BAQARAH AYAT 213-218



Tafsir Al Baqarah Ayat 213-218
Ayat 213-214: Butuhnya manusia kepada para rasul, hikmah diutusnya para rasul, dan penjelasan tentang gangguan dan cobaan yang diterima para rasul dan para pengikutnya dalam menyebarkan dakwah
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٢١٣) أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ (٢١٤

Terjemah Surat Al Baqarah Ayat 213-214
213. Manusia itu (dahulunya) satu umat[1]. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus Para Nabi untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan[2]. Dan diturunkan-Nya bersama mereka kitab yang mengandung kebenaran[3], untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidak ada yang berselisih tentang hal itu[4] melainkan orang-orang yang telah diberi Kitab[5], yaitu setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan[6]. Allah memberi petunjuk orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus[7].
 
214.[8] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan[9], penderitaan[10] dan diguncang (dengan berbagai cobaan)[11], sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat[12].

Ayat 215: Beberapa hukum syari'at, menjelaskan tentang nafkah dan manusia yang paling berhak mendapatkannya
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (٢١٥

Terjemah Surat Al Baqarah Ayat 215

215.[13] Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Katakanlah: "Harta apa saja[14] yang kamu infakkan, hendaknya diberikan kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan[15], maka Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui[16].

Ayat 216-218: Pensyariatan perang dan penjelasan tentang sebagian hukumnya
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦) يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٢١٧) إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٢١٨
Terjemah Surat Al Baqarah Ayat 216-218

216.[17] Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Tetapi boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh Jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu[18]. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui[19].
217.[20] Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram[21]. Katakanlah: "Berperang pada bulan itu adalah dosa besar. Tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah[22], kafir kepada Allah, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah[23]. Sedangkan fitnah[24] lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu (kepada kekafiran), jika mereka sanggup[25]. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat[26], dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
218.[27] Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah[28], mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah[29], dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

[1] Yakni dalam keadaan sama-sama beriman kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan mentauhidkannya, lalu mereka berselisih, sebagian ada yang tetap beriman dan sebagian lagi ada yang berubah menjadi kafir. Terjadi penyimpangan dari tauhid sepuluh kurun setelah Zaman Nabi Adam 'alaihis salam ketika sebagian masyarakat membuat patung orang-orang shalih, sebelumnya tidak disembah, namun setelah generasi tersebut meninggal dan digantikan oleh generasi selanjutnya, maka patung-patung itu disembah. Dalam shahih Bukhari ada satu riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma yang menjelaskan tentang firman Allah Ta'ala, "“Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata : janganlah sekali kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu, dan janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq maupun Nasr”( QS. Nuh, 23 )
Ibnu Abbas berkata, “Ini adalah nama orang-orang shalih dari kaum Nabi Nuh, ketika mereka meniggal dunia, setan membisikan kepada kaum mereka agar membuat patung-patung mereka yang telah meninggal di tempat-tempat di mana di situ diadakan pertemuan pertemuan mereka, dan mereka disuruh memberikan nama nama patung tersebut dengan nama-nama mereka (orang-orang shalih), kemudian orang orang tersebut menerima bisikan setan, dan saat itu patung-patung yang mereka buat belum dijadikan sesembahan, baru setelah para pembuat patung itu meninggal, dan ilmu agama dilupakan, mulai saat itulah patung-patung tersebuti disembah”.
Ketika keadaan seperti ini, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengutus para rasul.
[2] Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan kabar gembira berupa kehidupan yang baik, rezki yang lapang dan surga kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan memberi peringatan dengan kehidupan yang sempit, terhalangnya rezki, kelemahan, kehinaan dan neraka kepada orang-orang yang kafir atau bermaksiat kepada-Nya.
[3] Berita yang ada di dalamnya benar dan perintah-perintahnya adalah adil, bahkan semua isinya adalah benar sebagai penyelesai antara orang-orang yang berselisih, baik dalam masalah ushul maupun furu' (cabang). Inilah yang wajib dilakukan ketika terjadi perselisihan, yakni mengembalikan masalah tersebut kepada Allah dan Rasul-Nya, kepada Al Qur'an dan As Sunnah dan tentu kita akan menemukan fashlun nizaa' (keputusannya).
[4] Yakni tentang kebenaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan kitab yang dibawanya.
[5] Syaikh As Sa'diy berkata: "Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan nikmat-Nya yang besar dengan diturunkan-Nya kitab kepada ahlul kitab, di mana hal tersebut mengharuskan agar mereka bersatu serta berkumpul di atasnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa sebagian mereka dengki kepada sebagian yang lain, maka timbullah pertengkaran, permusuhan dan banyaknya perselisihan. Mereka berselisih terhadap kitab yang seharusnya mereka lebih dulu untuk bersatu di atasnya setelah mereka mengetahuinya dan meyakininya berdasarkan ayat-ayat yang jelas dan bukti-buktinya yang pasti, oleh karena itu, akhirnya mereka tersesat dengan kesesatan yang sangat jauh."
[6] Semua masalah yang diperselisihkan ahlul kitab, Allah memberikan petunjuk yang benarnya kepada umat ini.
[7] Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menerangkan yang hak kepada makhluk-Nya sebagai keadilan dan penegakkan hujjah kepada manusia agar tidak ada yang berkata, "Belum datang kepada kami seorang pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan". Dia juga menunjukkan orang yang dikehendaki-Nya - dengan karunia, rahmat, pertolongan dan kelembutan-Nya – ke jalan yang lurus. Dengan demikian, menerangkan yang hak kepada kelompok manusia yang kafir adalah sebagai keadilan dan hikmah-Nya, sedangkan kepada kelompok manusia yang beriman adalah sebagai bentuk ihsan dan karunia-Nya.
[8] Ayat ini menunjukkan bahwa termasuk sunnatullah yang tidak dapat dirubah adalah memberikan ujian dan cobaan kepada orang yang menegakkan agama dan syari'at-Nya . jika seseorang bersabar terhadap perintah Allah dan tidak peduli terhadap rintangan yang menghadang, maka dia adalah orang yang benar imannya dan akan memperoleh kebahagiaan secara sempurna. Sebaliknya, orang yang menjadikan gangguan manusia sebagai azab Allah, yakni rintangan tersebut malah menjadikannya berpaling dari perintah Allah dan agama-Nya, maka imannya dusta.
[9] Yakni kemiskinan yang sangat berat.
[10] Seperti penyakit.
[11] Misalnya diancam untuk dibunuh, diasingkan, diambil hartanya, dibunuh kekasihnya dsb. Cobaan tersebut bahkan sampai pada tingkatan menyangka lambatnya pertolongan Allah padahal mereka yakin terhadap pertolongan-Nya. Akan tetapi karena keadaan yang sangat kritis itu yang membuat mereka sampai berkata seperti itu.
[12] Ayat ini menunjukkan bahwa kelonggaran datang ketika terjadi kesempitan dan kemudahan setelah kesulitan. Setiap kali penderitaan semakin menjadi, maka ketika ia bersabar ujian berubah menjadi nikmat, kelelahan berubah menjadi istirahat, dan diakhiri dengan kemenangan terhadap musuh sekaligus obat terhadap rasa sakit di hati.
[13] Dalam tafsir Al Jalaalain dijelaskan bahwa yang bertanya adalah 'Amr bin Jamuh, ia adalah orang yang sudah tua dan memiliki harta yang banyak, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang harta apa yang perlu diinfakkan dan ke mana harta diinfakkan.
[14] Yakni baik banyak maupun sedikit.
[15] Kata-kata ini lebih umum lagi setelah menyebutkan secara khusus harta yang diinfakkan dan ke arah mana diberikan. Kata-kata ini menerangkan bahwa kebaikan apa saja yang dilakukan baik sedekah maupun ketaatan lainnya, baik kepada beberapa golongan di atas maupun lainnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengetahuinya, yakni akan membalasnya sesuai niat dan keikhlasannya, banyak atau sedikit infak yang dikeluarkan, kebutuhan orang lain terhadapnya dan sesuai besar kecilnya manfaat.
[16] Sehingga Dia (Allah) akan memberikan balasan terhadapnya.
[17] Ayat ini menerangkan kewajiban berperang setelah sebelumnya kaum mukmin diperintahkan untuk menahan diri karena lemahnya mereka dan tidak sanggupnya mereka menerima beban itu. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah, kaum muslimin bertambah banyak dan kuat, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan untuk berperang dan memberitahukan bahwa yang demikian memang dibenci oleh jiwa karena berat, terlebih harus mengorbankan jiwa dan raga serta penuh bahaya. Meskipun begitu, di dalamnya terdapat kebaikan, seseorang bisa memperoleh kemenangan dan ghanimah atau memperoleh syahid dan pahala yang besar.
[18] Ketika mereka meninggalkan berperang, akibatnya musuh semakin berkuasa sehingga mereka akan memperoleh kehinaan, kemiskinan, terhalangnya pahala dan mendapatkan siksa.
[19] Oleh karena itu, laksanakanlah segera perintah itu.
Ayat ini adalah umum, berlaku untuk semua perbuatan baik meskipun dibenci oleh jiwa karena terasa berat bahwa di dalamnya terdapat kebaikan bagi kita dan bahwa perbuatan buruk meskipun dicintai oleh jiwa karena nampaknya ada santai dan kenikmatan, maka hal itu adalah buruk bagi kita.
Adapun dalam masalah dunia, maka tidak selalu demikian, akan tetapi biasanya seorang hamba yang mukmin ketika mencintai suatu perkara, lalu Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengadakan sebab-sebab yang memalingkan dia daripadanya, maka hal itu lebih baik baginya. Oleh karena itu, sikap yang tepat adalah bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan menganggap bahwa kebaikan ada pada sesuatu yang terjadi, karena sudah maklum bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala lebih sayang kepada seorang hamba daripada sayangnya seorang hamba kepada dirinya, Dia lebih mampu memberikan maslahat kepada hamba-Nya dan lebih mengetahui maslahat yang terbaik untuknya.
[20] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada awal pengiriman sariyyah (pasukan kecil) pernah mengutus sariyyah yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, lalu sariyyah itu memerangi kaum musyrik dan membunuh Amr bin Al Hadhramiy pada hari terakhir bulan Jumadil Akhir, sedangkan awal bulan Rajab masih samar bagi mereka, lalu kaum kafir mencelanya karena telah menghalalkan kehormatan bulan haram, maka turunlah ayat di atas menerangkan bahwa menghalangi manusia dari jalan Allah, yakni menghalangi mereka untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya atau menyiksa orang yang beriman serta usaha mereka untuk memurtadkan kaum muslimin dari agamanya, mengusir kaum muslimin dari kampung halamannya dan kekafiran yang mereka lakukan baik di bulan haram maupun di tanah haram itu lebih besar dosanya di sisi Allah daripada pembunuhan yang terjadi di bulan haram.
[21] Jumhur ulama berpendapat bahwa haramnya mengadakan peperangan di bulan-bulan haram sudah mansukh (dihapus) hukumnya karena ada perintah memerangi kaum musyrikin di mana saja kita dapatkan. Namun sebagian mufassirin berpendapat tidak dihapus, karena yang mutlak harus dibawa kepada yang muqayyad. Ayat ini adalah muqayyad; yang membatasi keumuman perintah berperang secara mutlak, di samping itu di antara keistimewaan yang paling besar bulan haram adalah haramnya berperang pada bulan itu, yakni memulai berperang. Adapun perang sebagai pembelaan, maka dibolehkan baik di bulan haram maupun di tanah haram.
[22] Seperti mengancam dan menindas orang yang masuk Islam.
[23] Jika kita mengikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kufur kepada Allah serta (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah." Pendapat Ar Razy ini mungkin berdasarkan pertimbangan, bahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.
[24] Fitnah di sini berarti penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan muslimin. Ada juga yang mengartikan fitnah di sini dengan syirk.
[25] Niat memurtadkan umat Islam ada pada diri orang-orang kafir, khususnya ahlul kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, di mana meereka mengadakan pertemuan, menyebarkan missionaries, mengirimkan dokter, membangun sekolah dan memberikan sembako serta mengadakan kegiatan lainnya agar dapat memurtadkan umat Islam dari agamanya, akan tetapi Allah Subhaanahu wa Ta'aala tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.
[26] Amalnya sudah tidak dianggap lagi dan tidak memperoleh pahala. Dibatasi dengan kata-kata " lalu dia mati dalam kekafiran " menunjukkan bahwa jika sebelum matinya ia kembali lagi ke Islam, maka amalnya tidak batal dan akan diberi pahala serta tidak wajib mengulangi kewajiban seperti haji. Inilah pendapat yang dipegang oleh Imam Syafi'i.
[27] Ketika sariyyah mengira bahwa jika mereka dihapuskan dari dosa, namun mereka tidak memperoleh pahala, maka turunlah ayat ini sebagai kabar gembira bagi mereka..
[28] Iman, hijrah dan jihad merupakan tanda kebahagiaan, awalnya iman, dilanjutkan dengan hijrah kemudian jihad. Hal ini menunjukkan peningkatan yang besar pada diri seseorang. Ketiganya merupakan amal shalih yang sangat utama, oleh karena itu keburukan yang terjadi pada diri orangnya masih bisa dikalahkan oleh ketiga amalan ini. Adapun iman, maka kita tidak perlu menanyakan lagi tentang keutamaannya, bukankah ia merupakan pemisah antara orang-orang yang bahagia dengan orang-orang yang celaka. Dengan iman, amal baik seorang hamba akan diterima. Adapun hijrah, seseorang rela meninggalkan apa saja yang dicintainya karena mengharap ridha Allah, ia rela meninggalkan tanah air, harta, keluarga dan kawan-kawannya karena hendak mendekatkan diri kepada Allah dan membela agama-Nya. Sedangkan jihad, seseorang mengerahkan segala kemampuannya untuk memerangi musuh, berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan agama Allah dan menghancurkan agama setan. Jihad merupakan puncak amalan, balasan untuknya adalah balasan yang paling baik. Ia merupakan sebab utama memperluas wilayah Islam, merendahkan para penyembah patung dan dapat mengamankan kaum muslimin baik diri, harta maupun keluarga mereka dan tanah airnya.
[29] Yakni karunia Allah dan pahala-Nya. Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa sikap raja' (berharap) tidaklah dilakukan kecuali setelah mengerjakan sebab-sebab memperoleh keberuntungan. Adapun rajaa' yang diiringi sikap malas dan tidak mengerjakan sebab, maka hal ini merupakan kelemahan dan ghurur (tipuan). Hal itu menunjukkan lemahnya semangat yang ada pada diri sesesorang dan lemah akalnya. Tidak bedanya dengan orang orang yang ingin punya anak, tetapi tidak menikah atau menginginkan hasil dari tanahnya, namun tanahnya tidak ditaburi benih dan tidak disirami.
Pada kata-kata " mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah" terdapat isyarat bahwa jika seorang hamba mengerjakan amalan apa pun bentuknya, jangan sampai bersandar dan bergantung kepada amalan itu, bahkan hendaknya ia mengharapkan rahmat Tuhannya, ia mengharap agar amalnya diterima, diampuni dosa-dosanya dan aib-aibnya ditutupi.